Pentingnya kebutuhan nutrisi untuk atlet

Pentinya Nutrisi Untuk Atlet, Memahami Tingkat Energi Dan Diet Kaya Vitamin

Pengantar

Nutrisi yang baik sangat penting, apa pun jenis olahraga yang Anda lakukan. Banyak nutrisi dibutuhkan dalam makanan harian Anda agar Anda tetap bugar dan sehat.

Pola makan yang seimbang harus memberikan proporsi yang tepat dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, air, dan serat makanan.

Energi adalah faktor nutrisi terpenting untuk segala bentuk aktivitas fisik. Karbohidrat dan lemak adalah bahan bakar utama yang digunakan dalam latihan otot. Vitamin dan mineral juga penting dalam metabolisme energi. Diet yang mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah yang tidak mencukupi dapat mengganggu kinerja olahraga.

Pentingnya diet tinggi vitamin.

Untuk memperoleh vitamin dan mineral, atlet perlu mengonsumsi berbagai makanan kaya gizi dalam jumlah yang menjaga keseimbangan energi. Artinya, seseorang harus mengonsumsi 1.200 hingga 1.500 kilogram kalori per hari.

Pemenuhan kebutuhan vitamin dan mineral Anda ketika konsumsi energi Anda adalah 3000 kkal / hari atau lebih (seperti yang terjadi pada hoki es pria dan wanita serta skater lintas alam) adalah mudah. Bahkan atlet yang energinya bisa mencapai sekitar 2000 kalori sehari hanya bisa mencukupi kebutuhan vitamin dan mineralnya dari makanan.
Asalkan berbagai makanan dimakan, vitamin dan mineral dapat tercukupi. Oleh karena itu, suplementasi tidak diperlukan.

Buah dan sayur kaya vitamin. Banyak dari mereka juga merupakan sumber antioksidan yang baik. Pilihan makanan yang sangat berwarna berarti tinggi vitamin yang menghasilkan penyimpanan energi yang tinggi. Temukan oranye kuning, merah, hijau tua dan biru dalam makanan Anda. Untuk atlet, disarankan lima hingga sembilan porsi buah dan sayuran per hari. Bijinya juga mengandung vitamin dan mineral.

Baca Juga  Makan Yang Tepat Untuk Seorang Atlet, Olahragawan Sebelum Kompetisi Atau Bertanding

Atlet biasanya memenuhi dua pertiga atau lebih dari Recommended Dietary Allowances (RDA) untuk vitamin dan mineral. Atlet dengan kalori tinggi sekitar 5.000 hingga 6.000 kkal / hari dapat mencapai 200% atau lebih AKG untuk beberapa vitamin dan mineral hanya dari makanan yang mereka konsumsi.

Terlepas dari kenyataan ini, sebagian besar atlet yang tertarik dengan nutrisi olahraga mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan kinerja. Sementara kekurangan vitamin dan mineral mengganggu kinerja fisik, penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan yang bergizi baik untuk meningkatkan kapasitas kerja fisik, daya tahan, konsumsi oksigen, fungsi kardiovaskular, kekuatan otot, atau ketahanan terhadap kelelahan.

Sebagai contoh, karena vitamin B melepaskan energi dari nutrisi, atlet yang menghabiskan energi tinggi mengalami peningkatan kebutuhan vitamin B, namun, makan lebih banyak dari makanan memberikan tambahan vitamin B yang dibutuhkan.

Kapan suplemen vitamin dibutuhkan?

suplemen vitamin

Suplemen vitamin biasanya digunakan jika pola makan atlet tidak mencukupi kebutuhan energinya. Suplemen vitamin memberikan “jaminan kesehatan” sebagai cadangan untuk memastikan nutrisi olahraga yang optimal.

Suplemen multivitamin yang tidak lebih dari 100% dari Nilai Harian (DV.) Memberikan keseimbangan vitamin yang aman dan memadai. Namun, jangan lupa bahwa tujuannya adalah mengonsumsi berbagai jenis makanan. Makanan mengandung serat dan beberapa fitokimia yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Suplemen sebaiknya tidak menjadi pengganti makanan. Sementara banyak suplemen olahraga mengandung antioksidan beta-karoten, setidaknya ada 450 karotenoid hanya dalam makanan. Nilai antioksidan juga ada di karotenoid lainnya.

Mineral untuk pencegahan cedera.

Mineral seperti kalsium, zat besi, dan zinc sangat penting bagi atlet. Rekomendasi asupan kalsium didasarkan pada tingkat yang dapat meningkatkan retensi kalsium, meningkatkan kepadatan mineral tulang, dan mencegah pengeroposan tulang. Asupan kalsium yang rendah meningkatkan risiko patah tulang pada atlet. Makanan yang menyediakan pasokan kalsium yang baik meliputi: produk susu, ikan bertulang, brokoli, sereal yang diperkaya, dan jus.

Baca Juga  Ternyata Wanita Hobi Olahraga Butuh Asupan Nutrisi Khusus

Mineral

Zat besi membentuk hemoglobin, mioglobin, dan enzim oksidatif serta memengaruhi transportasi oksigen dan metabolisme aerobik. Untuk mencapai ketahanan aerodinamis yang optimal, konsumsi dalam jumlah yang memadai adalah suatu keharusan. Penipisan zat besi, tahap pertama dari kekurangan zat besi adalah jenis kekurangan zat besi yang paling umum di antara para atlet. Daging merah tanpa lemak, unggas berwarna gelap, sereal yang diperkaya, biji-bijian, dan kacang-kacangan merupakan sumber zat besi yang baik.Zinc, ditemukan dalam daging, unggas, makanan laut, dan biji-bijian, sangat penting untuk sintesis protein, penyembuhan, dan fungsi kekebalan. Zinc juga ditemukan dalam enzim antioksidan dan enzim yang terlibat dalam metabolisme energi.

Meskipun mineral diperlukan untuk bekerja bersama dengan vitamin untuk memastikan olahraga yang baik, harus diingat bahwa konsumsi mineral yang berlebihan dapat mengganggu pencernaan dan penyerapan mineral lainnya. Ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan mineral. Selain itu, semua mineral bisa menjadi racun dalam dosis besar.